bukan dalam senja aku merindu
juga bukan dalam malam aku bermimpi
bukan dalam sepi aku mengingatmu
juga bukan dalam hening aku ingat satu hati
setiap detak jantung ada namamu
setiap hembus nafas aku ada dirmu
walau kini kau tiada
tak lagi bisa membuka mata
tak lagi bisa menatap dunia
namun ku tak bisa lupakan satu kisah kita
tak bisa hapus satu memory kita
dalam selaku selalu ada satu doa untukmu
untuk kita bertemu kembali
di pintu surga nanti
27 januari
Hujan menyapaku
Dengan sepoi indah membentuk syahdu
Senja ini ku tatap langit buru
Ku coba pahami
Satu pesan bersama butiran hujan yang menghujami
Aku rasakan satu kepiluan
Saat ku tahu kau pergi meningganlkan
Januari ini
Sayap kematian tlah bawamu pergi
Tinggalkan aku sendiri
Januari ini
Kau hapuskan cerita yang pernah kita lalui
Dan kau lupakan hati ini
Hati yang selalu mencintai
januari ini
kau campakkan satu tangisan hati
Andai engkau tahu
Ku rindukan senyum manismu
Ku nantikan suara indahmu
Akankah kau rasakan
Disini ada tangis kerinduan
Aku mencintaimu
Walau kau tak disampingku
dan aku kan berharap padanya
kau kan menungguku di pintu surga
Dengan sepoi indah membentuk syahdu
Senja ini ku tatap langit buru
Ku coba pahami
Satu pesan bersama butiran hujan yang menghujami
Aku rasakan satu kepiluan
Saat ku tahu kau pergi meningganlkan
Januari ini
Sayap kematian tlah bawamu pergi
Tinggalkan aku sendiri
Januari ini
Kau hapuskan cerita yang pernah kita lalui
Dan kau lupakan hati ini
Hati yang selalu mencintai
januari ini
kau campakkan satu tangisan hati
Andai engkau tahu
Ku rindukan senyum manismu
Ku nantikan suara indahmu
Akankah kau rasakan
Disini ada tangis kerinduan
Aku mencintaimu
Walau kau tak disampingku
dan aku kan berharap padanya
kau kan menungguku di pintu surga
Jangan pernah kembali

lanjutkan langkahmu tanpa bayang diriku
tinggalkan bayang semu yang tak berarti untukmu
teruslah dalam jalammu
karena aku tak akan mengusikmu
jangan pernah kembali
hanya untuk satu wajah yang kumal ini
gapailah cahaya dalam hidupmu
temukan titik terang dalam bahagiamu
aku disini kan belajar untuk melupakanmu
karena aku....
haya satu pengusik untukmu
kau anugrah
kini baru aku sadari
berartinya dirimu untukku
bagai tetes embun musim kemarau
membangkitkan rumputrumput layu
aku memang tak tahu
apa yang kau sampaikan
lewat manis senyummu
dan apa yang kau katakan
bersama indah bola matamu
aku tak tahu bahasa hatimu
namun ku yakin
ku pastikan dirimu
adalah anugrah tuhan
yang diberikan untukku
berartinya dirimu untukku
bagai tetes embun musim kemarau
membangkitkan rumputrumput layu
aku memang tak tahu
apa yang kau sampaikan
lewat manis senyummu
dan apa yang kau katakan
bersama indah bola matamu
aku tak tahu bahasa hatimu
namun ku yakin
ku pastikan dirimu
adalah anugrah tuhan
yang diberikan untukku
kemana aku melangkah

kemana ku pandang dunia
saat semua hanya getir yang kurasa
aku tak pernah permainkan cinta
tapi kini aku terluka
tiada tempat naungan hati
karena semua penuh dengan duri
aku tertikan kesakitan
hanyut dalam telaga air mata
tiada cinta buatku bahagia
hayalah asa yang buatku kecewa
Hujan saksinya

ketika waktu itu
hujan yang menerpaku
bersama itu
saksi atas kepedihanku
jatuhnya hujan itu
bersama tumpahnya telaga air mataku
aku berharap nanti
hujan yang membasahi
bukan disaat tangis ini
melainkan disaat aku menari
bersama kebahagiaan yang ada di hati
disuatu saat nanti
saat kutemui cinta sejati
Nyanyian air mata

Nyanyian tanpa irama
Ketika pilu mendekam dalam sunyi
arus kini berhenti
kan ku harap rindu kan kembali
layaknya camar yang terbang
menepis dalam gulitaaku tau saat ini kan tiba
dan takkan kujatuhkan air mata sia-sia
dalam hati memikul sesal
setelah aku lama berdiri bersama sejuta peristiwa
aku layak tiada
karena kau hanya insan yang tak sempurna
Langganan:
Postingan (Atom)
